Rasio berkata “
kenapa kau laukan itu hati?”
“entahlah, hanya
itu yang ingin aku katakan” jawab hati.
“apakah aku terlalu
….Egois, emosi atau agresif”,
Lanjut hati.
“sudahlah, mungkin
aku yang salah ?,
Aku tidak bisa memantaumu”,
lanjut rasio.
“tidak rasio, aku
terlalu memaksakan,
Seolah aku tak sadar dengan
keadaanku.
Mungkin aku benar-benar
lupa dan lalai,
Dan kau menganggapku konyol
khan ?”
Kata hati panjang lebar.
“biarlah rasio,
apa yang telah aku katakan
Aku yang akan menanggung
akibatnya
Aku telah coba melakukan
yag terbaik untukku
Walau harus menghancurkan
diriku
Asal aku tidak melukakan
orang lain
Aku akan tetap berbahagia.
Kau telah mengingatkanku
rasio, terima kasih”
Hati menambahkan ungkapannya.
“hati, biarlah semuanya
berjalan dengan relita
Mungkin kita harus bersikap
sedikit bijak
Tidak usah terlalu berharap”Rasio
menambahkan.
“aku setuju rasio”
sahut hati.
Lalu keduanya terdiam
seolah tidak ada pembicaraan lagi.
Dan begitulah sampai keduanya
terlelap dalam tidur karena kelelahan.